Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar pemahaman radikalisme. Berdasarkan laporan dari Kompas.id, sekitar 1.800 anak Indonesia yang berasal dari sekitar 500 anggota Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), kelompok yang dikenal dengan ideologi ekstremis, terpapar paham radikalisme.
Melihat tingginya angka anak terpapar paham radikalisme, sungguh sangat memprihatinkan sekali. anak-anak yang seharusnya berada dalam lingkungan yang aman dan mendidik, namun kenyataannya mereka justru menjadi korban ideologi yang mengajarkan kebencian dan kekerasan.
Menurut Iqbal Khusaini, Mitra Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), anak-anak di bawah umur memang lebih mudah untuk direkrut dan lebih lincah dalam mengikuti perintah. Hal ini disebabkan oleh perkembangan psikologis mereka yang masih labil dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Salah satu faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi kelompok rentan terpapar ideologi radikal adalah sikap intoleran yang sering kali tumbuh sejak dini. Sikap intoleransi ini dapat menjadi bibit awal munculnya paham radikalisme dan terorisme, yang jika tidak dicegah sejak awal, bisa berakibat fatal bagi masa depan mereka dan masyarakat.
Cici Situmorang Perempuan Penggerak Perdamaian
Cici Situmorang adalah Seorang Perempuan Pergerak perdamaian di kota Cirebon yang sering menyuarakan nilai perdamaian dan toleran. Beliau lahir pada tanggal 23 maret 1988 di lampung.
Pada tahun 2015 aktivis penggerak perdamaian ini mendirikan sebuah komunitas Inspiratif House, yaitu memberikan pendidikan gratis pada anak yang kurang mampu dan mengenalkan Nilai-nilai toleransi sejak dini.
Salah satu alasan Cici mendirikannya Inspiratif house, berawal dari sebuah keresahan yang dirasakan Cici ketika mendengar banyak anak kecil yang takut berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki keyakinan berbeda. Baginya, fenomena ini sangat memprihatinkan.
Dari adanya rasa Ketakutan ini akan menumbuhkan benih-benih kebencian dan intoleransi yang pada akhirnya mengarah pada radikalisasi pemikiran, terutama pada generasi muda yang masih sangat rentan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka.
Pencegahan Radikalisme melalui Program Inspiratif House
Di tengah kehidupan yang penuh tantangan, banyak anak-anak yang kurang mampu yang sulit mendapatkan akses pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, mereka juga minim sekali mendapatkan pendidikan toleransi dan keberagaman yang pada akhirnya membuat mereka gampang sekali terpapar pemahaman radikalisme.
Dari kisah-kisah anak-anak itulah yang membuat Cici ingin mengubah kenyataan pahit mereka dengan mendirikan inspiratif house sebagai tempat belajar yang dapat menciptakan rasa toleransi atas keberagaman.
Di inspiratif house ini Cici memberikan anak-anak pendidikan luar sekolah secara gratis, mulai dari tingkat PAUD hingga SD. Pembelajaran yang diajarkan ialah Matematika, Bahasa Inggris dan memperkenalkan anak-anak nilai toleransi dan keberagaman.
Namun, lebih dari sekadar memberikan pendidikan akademis, inspiratif house berkomitmen untuk memperkenalkan nilai-nilai toleransi dan persatuan. Di sini, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga diajarkan untuk saling menghormati, memahami perbedaan, dan membangun kedamaian.
–
Harmony Kids Trip
Proses pembelajaran di Inspiratif House ini menggunakan program Harmony Kids Trip. Yaitu Mengajak anak-anak mengunjungi rumah ibadah yang ada di Cirebon. Dalam proses pembelajaran tersebut anak-anak bisa bertemu dan belajar langsung beragam agama.
Jadi dalam proses pembelajaran ini anak-anak tidak hanya mendengarkan teori saja, tetapi mereka juga aktif terlibat dalam kunjungan langsung ke rumah ibadah. Di sana, mereka diberi kesempatan untuk bertanya, berdialog, dan berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang agama yang berbeda. Hal ini memungkinkan mereka untuk bisa memahami banyaknya keberagaman di masyarakat Indonesia yang harus kita hormati
Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga mengembangkan sikap saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan. Program ini mengajarkan mereka bahwa meskipun setiap agama memiliki cara yang berbeda dalam beribadah dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan, semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Dengan mengunjungi berbagai rumah ibadah, anak-anak dapat merasakan langsung rasa spiritual yang ada di setiap tempat ibadah dan memahami bagaimana setiap agama mempengaruhi kehidupan masyarakatnya.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua, sehingga mereka bisa bersama-sama belajar dan memahami pentingnya menghargai perbedaan agama.
Cerita unik tentang Abdurrahman Wahid
Selain program Harmony Kids Trip, Cici juga menciptakan program yang bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman kepada anak-anak dengan menggunakan metode bercerita. Program ini dinamakan “ Cerita unik Abdurrahman Wahid “.
Program tersebut berfokus mengenalkan sosok Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, kepada generasi muda melalui kisah-kisah inspiratif tentang hidup dan prinsip-prinsipnya. Tentang pluralisme dan indahnya hidup bertoleransi dengan masyarakat yang beragam.
Cilik-Cilik Juru Bicara Pancasila
Kemudian adanya Program, cilik-cilik juru bicara pancasila, dimana program ini dibuat untuk mengenalkan Nilai-Nilai Pancasila kepada anak-anak Melalui metode permainan yang mudah dan dapat dipahami.
Melalui berbagai program-program Inspiratif House ini dapat menanamkan sikap positif ke anak-anak yang dapat mencegah mereka dari pemahaman radikalisme Serta mendorong anak-anak untuk bisa hidup berdampingan dengan damai, tanpa memandang suku, ras, agama, atau latar belakang sosial lainnya.
Kalau kata Cici “Kita semua punya kewajiban untuk memperkenalkan pada anak-anak bahwa Perbedaan itu adalah anugerah, bukan sesuatu yang menakutkan “.





