Vivi Normasari: Advokasi dan Teladan Penyintas Paska Teror

Vivi, tak menyangka jika pada tanggal 5 Agustus 2003, di hotel JW Marriott akan ada peristiwa ledakan bom yang menewaskan 12 orang dan terlukanya ratusan orang. Perempuan yang tengah membahas persiapan rencana pernikahan dirinya, hanyut dalam dentuman keras bom bunuh diri kala itu. Tragedi itu mengubah hidupnya secara drastis. Ledakan dahsyat merenggut lebih dari sekadar rencana indah itu, membawa kehancuran yang tak hanya melukai fisiknya tetapi juga meninggalkan trauma mendalam yang membayangi hidupnya selama bertahun-tahun.

Ledakan itu merenggut fungsi jari-jarinya, membuatnya harus menjalani fisioterapi yang panjang untuk mencoba mengembalikan sebagian kecil mobilitas yang hilang. Trauma fisik ini diperparah oleh rasa emosional yang terus menghantui pikirannya. Kondisinya yang tidak lagi normal memaksanya menghadapi kenyataan bahwa hidupnya tidak akan pernah sama. 

Vivi Normasari: Advokasi dan Teladan Penyintas Paska Teror

Sebagai korban, Vivi mengalami luka fisik serius akibat ledakan yang menyebabkan jari-jarinya kehilangan fungsi optimal. Trauma psikologis pun membayangi hidupnya selama bertahun-tahun. Ia mengaku sering merasa kesulitan mengalami emosi yang tidak stabil, terutama ketika mengingat tragedi itu.

Waktu itu, belum ada kebijakan yang melindungi penyintas atau menyediakan layanan medis, psikologis, maupun finansial bagi mereka. Kehidupan pasca-tragedi itu menjadi tantangan yang berat baginya. Dan bagi perempuan lain yang harus berjuang bukan hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk keluarga yang kehilangan tulang punggung akibat tragedi tersebut. 

Tragedi dan minimnya penanganan atas para korban, mendorong Vivi untuk melakukan advokasi bersama sesama penyintas. Ia mendatangi pemerintah daerah hingga LPSK, berharap ada perubahan nyata dalam perlindungan korban terorisme. Setelah bertahun-tahun perjuangan, upaya advokasinya akhirnya membuahkan hasil, Vivi bersama teman-temannya berhasil mendorong revisi Undang-Undang Terorisme yang menjamin hak-hak penyintas dan keluarga penyintas yang ditinggal mati karena tragedi. 

 

Menjadi Agen dan Penggerak Perubahan

Pada 5 Agustus 2018, Vivi mendirikan Yayasan Keluarga Penyintas (YKP), sebuah organisasi yang menaungi dan memberikan layanan bagi para korban terorisme di Indonesia. Keputusan Vivi untuk membentuk Yayasan Keluarga Penyintas adalah langkah penting yang secara tidak langsung mengubah cara pandang masyarakat terhadap peran perempuan dalam penanganan dampak terorisme. 

Melalui YKP, Vivi tidak hanya memberikan dukungan fisik dan psikologis kepada teman sesame penyintas, tetapi juga mengadvokasi perlindungan dan hak-hak mereka dalam kebijakan negara. Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk memimpin dalam menciptakan ruang aman bagi sesama perempuan dan keluarga mereka yang terdampak terorisme. 

Dalam programnya, YKP mencoba memberikan layanan medis, psikologis, dan pelatihan keterampilan kepada para penyintas atau keluarga penyintas yang terdampak keadaan keluarga dan ekonominya . Ia percaya bahwa penyintas, terutama perempuan,  tidak hanya membutuhkan pemulihan fisik dan mental, tetapi juga dukungan untuk kembali mandiri secara ekonomi.  

Selain itu, Vivi juga menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anak korban. Banyak anak yang kehilangan akses pendidikan akibat kehilangan orang tua dalam tragedi terorisme. Melalui YKP, ia mengupayakan beasiswa bagi mereka, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi untuk memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi dan jangan sampai putus.

Selain memberikan layanan langsung kepada korban, Vivi juga berperan besar dalam pendataan dan pemetaan korban tragedi. Sebelum adanya YKP, data korban sering kali tercecer dan tidak terkoordinasi dengan baik. Bersama rekan-rekannya, Vivi   melakukan pemetaan dengan mengumpulkan informasi dari rumah sakit, kepolisian, dan pihak-pihak lain yang terlibat langsung dalam penanganan korban. 

Langkah yang ia lakukan ini, mendapatkan respon positif dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan layanan dan pedataan kepada para penyintas. Hingga kini, YKP telah menjangkau lebih dari 200 korban dan hadir di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, Jawa Barat, Bali, Poso, dan Medan. 

 

Meneladani Kisah Inspiratif Vivi

Kisah Vivi Normasari adalah bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun perdamaian dan keamanan. Meskipun berangkat dari posisi sebagai korban, ia berhasil mengubah trauma dan kehilangan menjadi kekuatan untuk memperjuangkan keadilan dan menciptakan perubahan.  Dengan keberanian dan tekadnya, ia membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi aktor penting dalam menciptakan perubahan. Lewat YKP, ia berhasil mengubah trauma dan kehilangan menjadi kekuatan untuk memperjuangkan keadilan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi para penyintas.

Perjalanan yang ia lakukan tidak mudah karena bergelut dengan trauma akibat tragedi. Tapi, ia mampu keluar dan  bekerja sama untuk mendukung sesama penyintas. Ia bahkan menganggap hal tersebut adalah bentuk terapi. Baginya, membantu orang lain tidak hanya memberi manfaat bagi mereka, tetapi juga memberinya rasa dan kebermaknaan hidup yang lebih baik.

“Daripada hidup meratapi nasib, lebih baik kita bangkit dan membantu sesama. Itu lebih bermakna,” katanya. 

Vivi Normasari adalah contoh nyata semangat perjuangan perempuan, meskipun menjadi korban dari tragedi terorisme, ia mampu bangkit merangkul perubahan dan menjadi agen perdamaian. Melalui keberanian, keteguhan, dan kepemimpinannya, Vivi tidak hanya berhasil memulihkan dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.  Dengan keberanian dan ketekunannya, Vivi Normasari telah menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada kesulitan. Ia adalah simbol ketangguhan jiwa perempuan Indonesia, yang terus memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Penulis

Opini

Di sini kita membahas topik terkini tentang perempuan dan upaya bina damai, ingin bergabung dalam diskusi? Kirim opini Anda ke sini!

Scroll to Top