30.1 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli 2024

Bagaimana Partner WGWC Memandang buku “Membumikan Gender dalam Kerja Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”

Jakarta – Working Group on Women and P/CVE (WGWC) telah mengeluarkan laporan 7 tahun gerakan WGWC “Membumikan Gender dalam Kerja Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”, Mei 2024. Laporan tersebut ditanggapi oleh partner WGWC, Sekodi dan LIGS UMJ. Peneliti LIGS UMJ, Debbie Affianty mengungkapkan jika Buku “Membumikan Gender dalam Kerja Pencegahan Ekstremisme Kekerasan” ini berhasil memotret secara komprehensif perjalanan panjang WGWC beserta mitra-mitranya.

”dalam buku tersebut diceritakan juga WGWC juga membersamai negara untuk mencegah, menghadapi dan menanggulangi propaganda maupun dampak dari aksi kelompok-kelompok ekstremisme kekerasan,” terangnya.

Menurutnya, WGWC berhasil membuat pendekatan “the whole society and the whole government approach” bukan sekedar jargon belaka. Akan tetapi, menjadi praktik nyata upaya-upaya PCVE berperspektif gender di Indonesia dan menjadi praktik baik yang bisa direplikasi sampai ke tingkat komunitas. Buku ini penting sebagai rujukan bagi para peneliti, organisasi masyarakat sipil maupun pengambil kebijakan yang berkomitmen untuk menjadikan PUG sebagai bagian penting dari upaya-upaya PCVE di Indonesia.

Partner WGWC lainnya, Koordinator Regional SEKODI, Fanny Syariful Alam mengungkapkan kenaikan peran perempuan secara aktif dalam ekstremisme kekerasan mengarah kepada terorisme menjadi hal sentral yang perlu menjadi perhatian, tidak hanya pemerintah namun juga masyarakat sipil dan organisasinya. Kita tidak lantas menyalahkan keterlibatan mereka tanpa mengupas latar belakang serta secara subjektif memarginalkan mereka, termasuk melontarkan kebencian.

”Sepak terjang keterlibatan aktif perempuan dalam ekstremisme kekerasan tersebut seharusnya dianalisa tidak hanya dari bentuk keterlibatannya saja, namun mengambil kacamata analisa penting, salah satunya gender,” ungkapnya.

Dirinya menekannya jika analisa gender sudah menjadi bagian dari prinsip pengarusutamaan gender (PUG), yang juga sudah menjadi bagian agenda nasional. Serta, keterlibatan peran masyarakat sipil, terutama perempuan, akan membantu kelompok perempuan lain yang sudah terpapar ideologi radikalisme yang berpotensi menjadikan mereka pelaku aktif.  Membumikan Gender dalam Kerja Ekstremisme Kekerasan merupakan suatu refleksi  mendalam yang dilakukan Working Group on Women and PCVE (WGWC) dalam meniti perjalanannya selama 7 tahun berkerja untuk pemberdayaan perempuan demi pencegahan perempuan dalam ekstremisme kekerasan.

Menurutnya, persembahan ini memaparkan kerja-kerja WGWC dalam bersinergi dengan aktor pemerintah dan masyarakat sipil dalam mengintegrasikan PUG dalam kerja-kerja mereka. Betapa seharusnya Gender dianggap menjadi suatu istilah yang tidak asing lagi dalam melakukan penelitian, pendalaman, serta intervensi dalam setiap kegiatan atau kerja yang dilakukan semua multipihak dalam pencegahan ekstremisme kekerasan mengarah kepada terorisme.

”Penting juga untuk menyoroti dinamika gerakan kolektif WGWC dalam usahanya memperkuat suara-suara kredibel, mengungkap mereka yang tidak terdengar dan terceritakan dengan berkomitmen menajamkan perspektif gender ditambah intervensi prinsip interseksionalitas. Sehingga, WGWC menjadi gerakan kolektif komprehensif dalam setiap kerja dan programnya,” pungkasnya.

TERBARU

Konten Terkait