26.1 C
Jakarta
Senin, 15 April 2024

WGWC Kembali Gelar Pertemuan dengan Pemerintah Purwakarta

Purwakarta – Working Group on Women Working Group on Women and Preventing or Countering Violent Extremism (WGWC) kembali melakukan dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Kamis (21 Maret 2024). Dalam pertemuan, terdapat empat kesepatan untuk menggelar Konferensi dan Konvensi WGWC 2024 pada 5-8 Mei 2024, mendatang. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan ketiga dengan pemerintah Kabupaten Purwakarta. Hadir tujuh orang perwakilan dari WGWC yaitu Khariroh Maknunah, Ghufron, Neny Adamuka, Nuansa Garini, Erni Kurniati, Vivi Normasari dan Sri Mulyani.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat hal kerjasama yang dikerjasama dengan pemerintah Purwakarta. Hal tersebut diungkap oleh Ketua Pelaksana Konferensi dan Konvensi WGWC 2024, Khariroh Maknuna. Pertama, pengelolaan Exposure Visit, dukungan fasilitas tempat dan operasional. Termasuk mobilisasi peserta lokal hingga nasional.

”Hal ketiga, branding dan peliputan media. Hal keempat adalah bilateral meeting untuk dukungan implementasi Rancangan Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan (PE),” terangnya paska agenda.

Pertemuan pada kali ini, membahas hal-hal kerjasama yang akan didetailkan pada meeting online selanjutnya. Dalam pertemuaan kali ini, dibahas sejumlah teknis untuk mendukung jalannya pelaksanaan agenda tersebut. ”Pertemuan ini mempertegas komitmen dan dukungan dari pemerintah daerah Purwakarta,” pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat empat alasan dipilihnya Kabupaten Purwakarta diselenggaranya Konferensi dan Konvensi WGWC 2024. Pertama, berdasarkan Data Badan Nasional Penggulangan Terorisme (BNPT) pada 2023 terdapat tingkat kerentanan tertinggi adalah Jawa Barat, salah satunya indikasi kasus terorisme, penangkapan terduga teroris, dan tumbuhnya sel terorisme.

Kedua, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memiliki pengalaman dan praktek baik penanganan deportan ISIS. Serta memiliki komitmen untuk ekstremisme kekerasan melalui RAD PE. Ketiga, Kabupaten Purwakarta menjadi kota toleran dan memiliki kebijakan jelas terhadap aksi intoleransi. Keempat, memiliki pengalamaan leadership perempuan yang kuat., komitmen perlindungan perempiuan dan isu gender.

TERBARU

Konten Terkait