27.9 C
Jakarta
Kamis, 22 Februari 2024

Agenda Tahunan WGWC Akan Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta

Agenda Tahunan WGWC Akan Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta
Purwakarta – Working Group on Women and Preventing and Countering Violent (WGWC) siap berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk menyelenggarakan konferensi tahuanan WGWC. Sejumlah perwakilan WGWC yang terdiri dari Ruby Kholifah (SC WGWC), Khariroh Maknunah (Ketua Pelaksana Konferensi WGWC), Ghufron (Sekretariat WGWC) dan Yulita (Sekretariat WGWC) diterima dengan baik oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta, Senin (27 November 2023). Hal tersebut diungkap oleh Steering Commite (SC) WGWC, Ruby Kholifah.

”Forum WGWC bertujuan memberikan ruang bagi pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman pada isu perempuan dan ekstremisme kekerasan di Indonesia. Konferensi ini akan menampilkan beberapa pembicara dan mengumpulkan banyak peserta dari pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi dari pemerintah dan masyarakat sipil, termasuk para korban ekstremisme, mantan pelaku, dan komunitas yang menggeluti isu tersebut,” terangnya saat melakukan pertemuan dengan pemerintahan Kabupaten Purwakarta.

Dalam pertemuan tersebut, diharapkan akan memperkuat peraturan Bupati Purwakarta No. 114 Tahun 2023 tentang Rancangan Aksi Daerah (RAD) Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan dan regulasi tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) yang sedang disusun oleh pemkab purwakarta.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Konferensi WGWC, Khariroh Maknunah menjelaskan dipilihnya Kabupaten Purwakarta dikarenakan empat alasan. Pertama, kerentanan Jawa Barat. Berdasarkan Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pada 2023, tingkatkerentanan tertinggi adalah Jawa Barat, indikasi kasus terorisme, penangkapan terduga teroris, dan tumbuhnya sel terorisme. Kedua, Kabupaten Purwakarta menjadi kota toleran dan memiliki kebijakan terhadap aksi intoleransi.

”Ketiga, Purwakarta memiliki pengalaman atau praktek baik dala pengalamaan leadership penanganan deportan ISIS. Serta memiliki komitmen untuk perempuan yang kuat dan komitmen perlindungan ekstremisme kekerasan melalui RAD PE. Keempat, kepemimpinan Perempuan yang kuat,” ungkapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Purwakarta dipimpin oleh perempuan. Di saat yang bersamaan, Kabupaten Purwakarta menunjukan adanya komitmen terhadap perlindungan perempuan dan isu gender. Agenda akan mengundang lebih dari 150 orang yang berasal dari masyarakat sipil, pemerintah, akademisi hingga anak muda. Agenda akan dilaksanakan pada 8-11 Januari 2023.

TERBARU

Konten Terkait