26.4 C
Jakarta
Jumat, 14 Juni 2024

Dakwah Perdamaian sebagai Peran Keumatan Aisyiyah

Aliansi Indonesia Damai- Peran kader-kader Aisyiyah dibutuhkan untuk menyelesaikan pelbagai konflik sosial. Kader Aisyiyah diharapkan turut berkontribusi mewujudkan perdamaian di Indonesia. Sebab dakwah perdamaian merupakan bagian dari peran keumatan Aisyiyah.

Demikian pesan yang disampaikan Ketua PW Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Zulaikha Ajron, saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya, Sabtu (28/11/2020).

Ia mengajak kader Aisyiyah untuk turut berperan aktif menghadirkan perdamaian di lingkungan sekitar. “Menjadi perempuan yang bisa memberikan manfaat kepada tetangga sekitar kemudian bisa meredam konflik, mungkin dalam lingkup kecil tetapi peran itu menjadi sangat strategis,” katanya.

Kegiatan yang digelar AIDA bekerjasama dengan Forum Kajian Konsolidasi Koordinasi dan Solusi PW Aisyiyah DIY itu dihadiri seratus lebih kader Aisyiyah Yogyakarta. Hadir pula sejumlah narasumber, yaitu Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr. KH Hamim Ilyas, Ketua MHH PW Aisyiyah DIY Hj. Puji Utami, Mantan Pelaku Terorisme Ali Fauzi Manzi, Penyintas Bom Kampung Melayu Susi Afitriyani, dan penulis buku Hasibullah Satrawi.

Di hadapan para kadernya, Zulaikha menekankan pentingnya perdamaian sebagai landasan dakwah Aisyiyah. Dalam pandangannya, garis dakwah Aisyah bersifat seimbang, tidak cenderung ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. “Muhammadiyah mengambil garis Islam berkemajuan dan moderasi, yaitu Islam wasathiyah, tidak ke kiri dan juga tidak ke kanan. Inilah yang kita sebut sebagai gerakan Islam berkemajuan,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa perdamaian dapat diwujudkan dengan semangat keadilan. Hal itu pula yang menjadi karakter perjuangan Muhammadiyah. “Islam berkemajuan ingin mewujudkan masyarakat yang damai, mulia, dan menjunjung nilai-nilai keadilan, kesetaraan, martabat, dan berdaulat sehingga tidak ada lagi satu warga negara pun yang mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dan tidak adil,” ungkapnya.

Zulaikha berharap para kader Aisyiyah dapat mengambil pembelajaran dari kegiatan ini dan menerapkannya di lingkungan masing-masing. “Mudah-mudahan setelah diskusi ini kita bisa mengambil ibroh, pelajaran apa yang mesti kita lakukan untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang damai, berdaulat dan menjunjung tinggi harkat martabat dan hak asasi manusia, sehingga kita betul-betul menjadi Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” harapnya.

TERBARU

Konten Terkait